Categories
Alat Kesehatan

Kapan Perlu Cek kesuburan?

Sebelum kamu cari biaya cek kesuburan wanita, maka anda harus benar-benar tahu terlebih dahulu apakah anda memang membutuhkan cek kesuburan ini atau tidak. Untuk tahu apakah anda membutuhkan tes kesuburan ini, berikut ini adalah beberapa tanda yang perlu anda waspadai khususnya bagi wanita. 

Usia di atas 35 tahun 

Untuk anda wanita yang memiliki usia 35 tahun, maka sebaiknya anda lebih berhati-hati. Usia adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh pada kesuburan diri anda. Mendekati usia 40 tahun anda sebagai wanita pasti akan mengalami penurunan kesuburan. Oleh karena itu, baik anda yang sudah menikah atau belum ada baiknya anda segera melakukan tes kesuburan untuk memastikan bagaimana kondisi kesehatan organ kewanitaan anda. 

Sudah setahun menikah tapi belum dikaruniai anak 

Selanjutnya, tanda lain yang perlu diperhatikan mengenai kesuburan adalah melihat kembali usia perkawinan anda. Ketika anda sudah menikah lebih dari 1 tahun dan melakukan hubungan paling tidak 2 kali seminggu dan tidak menggunakan kontrasepsi, maka besar kemungkinan anda harusnya sudah mengandung. Akan tetapi jika kondisi ini terjadi dimana anda sudah menikah dan memiliki hubungan seksual yang cukup aktif tanpa perlindungan dan belum juga dikaruniai anak, maka anda perlu segera cek mengenai kondisi  kesehatan anda. Di sini anda sudah mulai harus perhatikan mengenai biaya cek kesuburan yang harus anda keluarkan untuk tiap rangkaian cek yang akan diberikan oleh dokter. Ketika kondisi seperti ini terjadi, maslahat kesuburan yang harus dicek bukan hanya dari wanita tapi juga dari pihak pria. 

Berusia muda tapi haid tidak teratur 

Ketika kondisinya anda sudah berusia lebih dari 35 tahun, maka kondisi kesehatan organ reproduksi anda mungkin sudah tidak sebaik  ketika anda berusia muda. Hal inilah yang menyebabkan  mengandung mungkin merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Akan tetapi jika anda masih muda tapi sudah menikah dan memiliki hubungan seksual yang cukup aktif seperti yang disebutkan sebelumnya dan memiliki riwayat haid yang tidak teratur, maka anda juga perlu waswas. 

Haid yang tidak teratur bisa saja menjadi salah satu tanda bahwa anda perlu melakukan cek kesuburan. Akan tetapi jangan khawatir terlebih dahulu. Haid yang tidak teratur pada usia masih muda bisa juga disebabkan karena stres yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan anda menghindari stres sebelum melakukan cek ya!

Memiliki riwayat penyakit diabetes untuk pria 

Selain wanita, pria juga harus waspada dengan kondisi kesehatan organ reproduksinya. Bagi pria, salah satu tanda bahwa mereka harus melakukan cek salah satunya adalah mengenai kondisi penyakit bawaan di keluarganya. Diabetes adalah salah satu jenis penyakit yang seringkali menyebabkan kesuburan pria menurun. Oleh karena itu, jika anda memiliki gangguan penyakit diabetes dan belum memiliki momongan, segera siapkan biaya cek kesuburan untuk melakukan pemeriksaan. 

Categories
Alat Kesehatan

Cara Hitung Masa Ovulasi dan Siklus Menstruasi untuk Menentukan Masa Subur Anda Sendiri

Anda yang pasangan baru? Sudah merencanakan untuk memiliki momongan? Kalau begitu, Anda wajib tahu kapan masa subur Anda dan mengetahui cara hitung masa ovulasi. Pada wanita, masa subur dapat dihitung setelah mengetahui siklus haid. Umumnya, wanita akan memiliki siklus haid dengan jarak 21 hingga 35 hari. 

Pada wanita, terjadi haid ketika sel telur yang matang tidak dibuahi oleh sel sperma (ovulasi). Ovulasi pada wanita berlangsung berbeda-beda. Namun, normalnya terjadi sekitar 12 hingga 14 hari sebelum Anda mengalami hari pertama haid. Semakin pendek siklus haid, maka semakin singkat pula masa ovulasi dapat berlangsung. 

Setelah mengetahui cara hitung masa ovulasi tersebut, kemudian Anda sudah mengetahui masa subur Anda, karena masa ovulasi sendiri adalah kisaran Anda berada pada masa subur, sekitar 12 hingga 16 hari sebelum haid hari pertama. 

Sebagai informasi, wanita yang memiliki siklus haid rutin sekitar 28 hari akan mengalami masa subur pada hari ke-10 hingga hari ke-17 sejak hari pertama haid. Perlu Anda ketahui bahwa siklus tersebut pada wanita dapat berubah-ubah, dapat lebih cepat maupun lebih lambat. Namun, jika Anda mengalami siklus haid yang selalu berubah-ubah setiap bulannya, maka tentunya hal ini akan menyulitkan Anda menghitung masa subur. 

Hitung sendiri masa subur Anda

Bagaimana cara hitung masa ovulasi? Secara manual, Anda dapat menghitung sendiri masa subur Anda. Sel ovulasi harus dibuahi dalam jangka waktu maksimal 24 jam. Maka Anda harus benar-benar mengetahui kapan masa subur Anda. untuk itu, Anda harus paling tidak melakukan analisis selama kurang lebih delapan bulan terakhir.

Langkah pertama, Anda harus mengetahui kapan siklus haid terpendek Anda. Kita sebut saja misalnya adalah 21 hari. Kemudian, Anda tinggal menguranginya dengan 18, jadi hasilnya adalah 3. Ini adalah hari pertama Anda mengalami masa paling subur.

Selanjutnya, Anda harus mengetahui kapan siklus haid terlama Anda. Saya contohkan disini adalah 27 hari. Kemudian, Anda kurangi angka tersebut dengan angka 11. Anda mendapatkan angka 16 pada hari terakhir Anda mengalami masa paling subur.

Anda sudah dapat membuat kesimpulan, yaitu jika Anda memiliki rentang waktu rata-rata siklus haid yaitu sekitar 21 sampai 27 hari, maka hari paling subur Anda jatuh pada hari ketiga setelah haid terakhir hingga hari keenam belas.

Bagaimana? Anda sudah dapat menghitung sendiri masa subur Anda bukan? Ini adalah cara yang paling mudah dan dapat Anda coba terapkan untuk cepat dapat memiliki momongan. Namun, jika Anda merasa kesulitan untuk menghitung waktu subur Anda, konsultasi pada ahli atau dokter kandungan adalah yang paling tepat yang bisa Anda lakukan. Selain dapat menghitung masa subur, Anda juga bisa mendapatkan tips-tips yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat kehamilan.